Kepekatan kebebalan

Kadang-kadang kita lebih kecewa dengan diri sendiri atas keputusan yang sentiasa membuat kita menyesal di kemudian hari

Mereka mendewasakan kita, tapi kadang jika terlalu kerap, haruskah kita menyoal keberadaan logik akal akan rela kita menempuh jerih yang sama berulang kali

Seperti kau satu sosok yang sentiasa membuat aku gundah dan membawa minda ku berkelana ke sudut penyesalan

Benar, cinta itu membutakan
Membuatkan kita lelah hari demi hari semakin kasih itu berkelocak

Dan engkau, suatu sosok yang membodohkan
Aku ingin menjauh, sejauh-jauhnya

Tapi jatuh cinta itu tidak semestinya kita perlu menjadi bebal

Kemudian aku tanpa berfikir dua kali, berterusan jatuh ke dalam kebebalan

Makin dalam


P/S: A piece I wrote some time ago. Originally posted on theotheraimi.com

No comments:

Post a Comment